Tampilkan postingan dengan label la interlude. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label la interlude. Tampilkan semua postingan

10/07/11

Menggalau di Festival Gamelan Yogyakarta

Eee penontooonnn.....

Makan duku di pinggir jalan
Daripada malam minggu galau mending nonton gamelan

Ngeekk! Garing yeee.... HAHAHAHA

Etapi seriusan, saya baru tau ada semacam festival gamelan yang diselenggrain tiap tahun di Jogja. Dan ini udah yang ke enam belas kalinya. Enam belas kalinya sodara-sodara! Kemana aja saya sampe baru tau yeee?

Saya nggak dari mana-mana kok. Teman saya tuh yang dari mana ajaaa sampe baru ngasih infonya baru taun ini. Laahh.... Ini salah siapa sih jadinya? Salah guweeh apa temen guweehh? HAHAHA

Baiklah, semua berawal dari ajakan teman kos demi menghindari kegalauan di malam libur ngapel karna pacar jauh di seberang lautan sana. (Mampus! Jadi curhat begini) :))
Dan saya tidak menyesal telah datang ke acara beginian meski di awal sudah berekspektasi yang bukan-bukan, seperti,

"Dih! Ni yang nonton mesti udah aki-aki semua" 

atau 

"Bawa jaket tebel ah. Lumayan buat tiduran di sana"
Heloowww! Secara ini gamelan gitu yaa.......... jadi bayangan saya nggak jauh-jauh dari pertunjukan wayang yang full pake bahasa Jawa Kromo Inggil yang saya nggak ngerti dan bikin ngantuk juga yang nonton udah aki-aki gitu. Ternyata saya salah sodaraah-sodaraahhh! Yang nonton 80% persen anak muda.

Dan pertunjukkan Gamelannya?

BOMBASTIS, FUTURISTIK, DINAMIS, SADIS, ngeri dah pokoknya.

Kata abg-abg galau jaman sekarang " Baggooss geellaaa"

"TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Komunitas Gayam 16 kembali menggelar Festival Gamelan Yogyakarta pada tahun ini. Festival yang difokuskan di Taman Budaya Yogyakarta itu berlangsung 7-9 Juli 2011. Festival ke 16 kali ini, mengambil tema therapy for life. Melalui tema itu, festival memiliki pesan bahwa gamelan bukan sekedar alat musik. Melainkan lebih dari itu, yakni dapat menjadi sarana yang membantu hidup manusia lebih harmonis."

http://www.tempointeraktif.com/hg/sastra_dan_budaya/2011/07/08/brk,20110708-345606,id.html
Dari 3 malam penyelenggaraan, saya cuma nonton 2 malam terakhir. Lumayanlah, daripada nggak sama sekali. Hehehe Di 2 malam terakhir itu ada 7 penampil, masing-masing 4 penampil di Jumat malam, dan 3 penampil di Sabtu malam. Masing-masing kelompok penampil punya filosofinya sendiri-sendiri. Itu yang menarik perhatian saya. Menyimak filosofi musik mereka.

Setiap malam, penampil pertama selalu dibuka kelompok pemusik Gamelan anak-anak. Yang sempat saya saksikan Adkar Java Musik (Yogyakarta) dan dari Gamelan Bocah (Yogyakarta). Untuk malam pertama saya nggak tau kelompok mana. Jelas donk yee kenapa?

Musiknya ceria dan riang. Khas anak-anak. Ditimpali gojegan-gojegan polos ala anak-anak. Lucu gitu ngeliatnya. Oh ya.... salah satu pemusik dari Gamelan Bocah konon merupakan cucu salah satu pelawak terkenal Indonesia. Saya lupa siapa. Bukaann! Bukaan cucunya Sule atau Andre Taulani. Pokoknya bukan! Dan kayaknya bakat kakeknya nurun tuh. Kocak abis daaan.... banci panggung! HAHAHA 
 
Adkar Java Musik

Gamelan Bocah

Penampil kedua dari Alex Dea and Friends. Waktu dia bilang Friends, kata "s" dia akhir kata Friend itu betul-betul bermakna jamak. Karna Friendsnya ada sekitar 60 orang. Ajegileee! Penuh deh tu panggung. HAHAHA.

Mengambil tema "Everyone, Everywhere and Everytime"
Musiknya cuma terdiri dari 8 ketukan dan di akhir ketukan ditutup bunyi gong besar. Meski begitu si Alex Dea n Friends membuatnya tetap terdengar harmonis dan asik. Yaaa musiknya cuma gitu-gitu doank sebenernya. Tang Ting Tung Tang Ting Tung Tang Ting GOONG!  Tang Ting Tung Tang Ting Tung Tang Ting GOONG! Gituuu terus sampe akhir. Alex Dea nya memang bilang sih, musik mereka merupakan jenis musik sederhana dalam irama Gamelan. Tapi tetap punya inti dan makna.

Apa?

Ya itu tadi.... Everyone artiya tiap orang bisa memainkkannya. Gamelan bisa dimainkan siapa aja. Terbukti di kelompok ini terdiri dari anak-anak sampe yang aki-aki, laki-laki maupun perempuan.

Sementara konsep Everywhere ditunjukkan dengan beberapa orang asing yang tergabung. Ada yang dari U.S.A, Taiwan, Jepang, Jawa, Indonesia. Oh iya... Alex Dea sendiri saya tebak merupakan Japanesse. Kelompok ini sudah Indent untuk tampil di Festival Gamelan sejak setahun yang lalu. Niat bener yaa?

Kemudian Everytime itu.... saya lupa. Sepertinya karena konsep iramanya sederhana jadinya kapanpun cocok untuk dimainkan. Kayaknya loh yaa.....

Alex Dea jadi semacam Instruktur atau Konduktor di depan. Dia yang ngasih instruksi ke pemusik-pemusik lainnya. Intinya harmonisasi ke enampuluh orang ini dalam menyesuaikan ketukan-ketukannya keren abislah!

Alex Dea dan 60 Friends-nya

Penampil selanjutnya masih orang asing. Rene Lysloff  dari USA, dibantu mbak Putri dan mas Ari. Dua orang terakhir Indonesia. Mister Rene ini dosen di Universitas apaa gitu dan punya keahlian memainkan gendang Banyumas. Tapi kali ini dia cuma duduk-duduk sambil mainin laptop, gak main gendang. Semacam mix and match kan bunyi gamelan dengan bunyi-bunyi lain. Dibagi tiga sesi. Lagu alam, sosial, sama lupaa satunya apa. hehehe 

Nah pas sesi lagu alam mulai, bau dupa mulai kecium. Untuk menambah efek dramatisasi suasana alamnya. Dan emang dapet banget, Berasa ada di alam.

Untuk sesi lagu ke dua dan tiga, saya los! Nggak dapet. Bagi saya pusi musikalisasi atau apalah itu yang dibawain mbak Putri terlalu benderang hingga efek kontemplasinya nggak maksimal kayak di sesi yang pertama. Males aja rasanya denger dia bawa-bawa nama
pemerintah. Bolak-balik nyalahin pemerintah. Capek nggak sih ngomongin pemerintah mulu gara-gara kebakaran hutan? hahaha

Menurut mister Rene musik dia adalah musik anti-hiburan. Tidak semua pertunjukan harus punya sisi yang menghibur. Dan musiknya adalah musik yang mengajak berfikir. Pantess saya bosen! Gak mikir sih! hahaha, laaah saya kan tujuan nonton ini buat nambah hiburan bukan nambah pikiran! Gimana sih Misteerrrr?!!! Heuu..... 
 
Rene Lysloff yang duduk di tengah :)
Penampil Terakhir di Jumat malam dari Pusat Kesenian Balemong (Ungaran). Tapi maaf, saya nggak bisa cerita untuk yang ini. Anggap saja saya sudah tertidur ketika kelompok pemusik ini tampil. Anggap saja begitu yaa..... :))

Pusat Kesenian Balemong (kayaknya, :p)
Next, 2 penampil di Sabtu malam. Rasamaya (Solo) dan Mandi Laras (Pamekasan, Madura).

Rasamaya terdiri dari sekitar 7 orang dengan latar belakang kesenian yang beda-beda. Tapi semuanya expert di bidang musik Gamelan. Terbukti dengan penampilan mereka yang cihuy padahal baru ngumpul dan latihan Sabtu pagi. Kalo mas mas nya nggak bilang, nggak  bakal nyangka kalo mereka baru latihan sehari doank. Maklum, ke 7 orang ini tersebar di beberapa kota dan punya kendala untuk latiahan rutin.

Rasamaya

" Kalo latihan, anggota kami selalu rajin untuk hadir...... dalam bentuk sms" jiaaah masnya curhat! hahaha

Di salah satu lagu, mereka mencoba mengeksplorasi bunyi gong. Menggunakan semacam tali untuk menghasilkan efek bunyi gong yang menderu panjang. 

Hasilnya?

Kook serem ya menurut saya. Mistis. Apalagi si mbak-mbak vokalis memadukannya dengan suara tawa yang intensitasnya semakin meninggi. Di akhir lagu....... dia ketawa setan! Jadinya ya gitu, mistis! Tapi tetep keren kok. Mistis mistis asiklah, hahaha

Oh ya nama Rasamaya sendiri merupakan filosofi dari keberadaan mereka yang jarang berkumpul dalam bentuk fisik. Hanya berkomunikasi lewat telfon atau email. Tetapi dapat tetap menyatukan semua rasa yang mereka punya untuk bermusik. Rasamaya. Gitu kata mas-mas salah satu anggotanya.

Closing untuk acara Festival Gamelan Yogyakarta tahun ini benar-benar klimaksnya.

Mandilaras. 

Ampuuuunnnn! Ini yang paling top menurut saya. Musik mereka benar-benar energik dan menghentak-hentak. Si vokalis punya gaya anak band. Tapi pinterr ngajiiii! Gantengnya amit-amit. Loh ini bahas apa jadinya? hahaha

Datang dari timur pulau Jawa, Pamekasan. Sekitar 2o orang pemusik gamelan dari Madura ini benar-benar....... appaaa yaaa? All out. Standing applause deh. Ada musik tradisional asal daerah leluhur mereka sendiri Madura, ada Gambang suling, Shalawatan, lagu taubat, Bagimu Negri sampe lagu Wali! Komplit. Musik gamelannya ngajak goyang banget. Menghilangkan batas antara penampil dan penonton. Dan emang..... beberapa orang dengan noraknya bergoyang ala penonton konser dangdut kampung. Najis! ahaha.

Saya lupa mereka membawakan berapa lagu. Yang paling banyak sepertinya dari semua penampil. Maklum, request penonton juga gak mau berhenti. Di akhir-akhir pertunjukkan, sebelum benar-benar selesai..... Mandilaras mengajak penonton untuk sama-sama menyanyikan lagu " Padamu Negri" tanpa musik. Penoton diminta berdiri. Ada yang mengibar-ngibarkan bendera Merah Putih. Hiks, terharu......

Mandilaras yang bikin speechless
Contoh anak muda yang inget agama inget bangsa dan gak malu sama yang katro-katro. *nangis* 



Dan yaaa Mandilaras adalah favorit saya. :))

Uhmm baiklah karna sudah begitu panjang mari kita tutup posting kali ini dengan pantun sepanjang masa,

Kalo ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalo ada postingan panjang
Baru bisa kita ngeblog lagi


Ngeeek!! HAHAHA

02/02/11

Tentang Mereka yang Introvert

Pernah kenal dengan seseorang yang suka menyendiri, pendiem, dan cenderung tertutup? Yang kadang tidak menanggapi kalo diajak ngobrol? Nggak nyambung malah kalo ngobrol sama dia. hihihi....

Mungkin dia adalah seorang Introvert.

Pernah dengar tentang istilah kepribadian introvert? Pernah donk ya....

Sebagian besar mengasumsikan kepribadian Introvert sebagai pribadi yang anti-sosial, pendiam, tertutup, pemalu, penyendiri, kuper bahkan aneh.

Benarkah begitu?

Oke, Introvert apa sih?

Menurut Carl Jung nih ya,
  
"Introversion and extroversion refer to the direction of psychic energy. If a person’s psychic energy usually flows outwards then he or she is an extrovert, while if the energy usually flows inwards, the person is an introvert. Extroverts feel an increase of perceived energy when interacting with a large group of people, but a decrease of energy when left alone. Conversely, introverts feel an increase of energy when alone, but a decrease of energy when surrounded by a large group of people."

Sedang menurut Isabel Briggs Myers,

"An introvert derives energy from his or her internal world of emotions and ideas, while an extrovert draws from the outside world of people and activities for spiritual sustenance."

Jelas kan bedanya?

Introvert beda dengan pemalu. Pemalu adalah seorang yang cemas, takut atau menampik diri dari lingkungan sosial. Introvert tidak mesti begitu. Bagi seorang introvert bersosialisasi itu menghabiskan energi. Mereka kelelahan jika terus-terusan bersama orang lain dalam waktu yang lama. Karena itu mereka perlu waktu menyendiri untuk mengisi energi kembali. Ibaratnya seperti mencarge hp gitulah. Sementara bagi seorang Ekstrovert, mencarge energi mereka justru dengan bersosialisasi. Ekstrovert nggak tahan lama-lama sendirian. Kebutuhan akan adanya orang lain bagi Ekstrovert sangat besar. Nggak gaul nggak eksis bok!

Mengapa Introvert suka menyendiri?

Introvert lebih memperhatikan dunia di dalam pikiran mereka sendiri, mereka menikmati berfikir, mengeksplorasi pikiran dan perasaan sendiri. Seorang introvert tidak berarti mereka tidak memiliki kemampuan bicara, akan tetapi mereka lebih suka bicara mengenai masalah ide dan konsep, bukan mengenai pendapat mereka tentang topik-topik sosial yang tidak penting (mungkin seperti guyonan-guyonan yang tidak penting).

Introvert ngak suka basa-basi. Bagi mereka pembicaraan dilakukan untuk memperoleh informasi. Selebihnya mereka lebih suka diem, mendengarkan dan mengamati. Oh yes, mereka pengamat yang baik.

Bukan berarti mereka nggak doyan ngbrol. Doyan kok. Cuma kalo ngobrol dengan orang-orang ini suka agak stres sendiri. Kenapa? Karena mereka doyan berfilosofi dan demen berteori. Reaksi umum begitu dengerin mereka ngomong adalah " ini orang ngomong apa sih?" atau bengong karena nggak ngerti.

Karena lebih suka berfikir ke dalam, Introvert cenderung teguh pada pendirian dan tidak mudah terpengaruh. Juga males mempengaruhi orang lain. Orang mau kompetisi silahkan, dikompor-komporin nggak ngaruh, dikucilin temen nggak masalah. Lempeng-lempeng aja.
Karena orientasinya ya dirinya sendiri. Jadi kalo masih ambisius, ingin mengungguli orang lain, gampang kebakar sama tingkah laku orang lain. Itu bukan introvert.

Ciri lainnya?

Suka memendam masalahnya sendiri, jarang berbagi masalahnya atau menceritakan kehidupannya ke orang lain. Mempunyai self-blaming yang gede (suka nyalahin diri sendiri), yang akhirnya jadi depresi, dan emosian. Tipe ini cuma mau terbuka dengan orang yang sudah bener-bener dipercaya.

Ketika mereka kadang-kadang gagal dalam sesuatu lalu orang di sekeliling bereaksi "hebat", reaksi balik mereka biasanya dengan mudah dilabeli sebagi tindakan "ngambek", "kekanak-kanakan", atau yang paling parah anti-sosial. Faktanya, mereka cuma ingin sendirian dulu. Reaksi “hebat” dari orang lain yang merasa diri “normal” seringkali malah membuat pribadi berintroversi tinggi menjadi lebih tersiksa, terstimulasi untuk berlaku ganjil dan mungkin jadi lebih disalahpahami oleh dunia luarnya.

Berapa banyak sih orang Introvert di dunia?

Ternyata dikit lho. Menurut Jonathan Rauch dalam artikelnya di The Atlantic Monthly,

"Jawabannya: 25 persen, atau di bawah setengah populasi. Atau, jawaban favorit saya: kelompok minoritas di antara kebanyakan orang, tapi mayoritas di antara populasi orang-orang berbakat."

Orang-orang dengan jumlah minoritas ini ternyata sering disalahpahami, tersisih dan dianggap sombong, jutek, kuper bahkan aneh.

Dunia menganggap Ekstrovert adalah orang yang ramah, hangat, terbuka, banyak temennya, fleksibel dan calon orang sukses. Mereka adalah kelompok mayoritas. Hingga terciptalah standar yang menilai bahwa yang normal itu Ekstrovert dan Introvert itu kuper, nggak gaul, sejenis gangguan mental , kelainan dan janggal. Orang aneh deh pokoknya! Hiks,

Padahal enggak kook....

Kesalahpahaman ini menurut Jonathan Rauch lantaran karakter introvert yang lebih cerdas,lebih reflektif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan sensitif dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka yang ekstrovert. Kami cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara, sementara ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jadiiii?

Jelas Introvert bukan penyakit atau kelainan yang harus disembuhkan. Pahami bahwa itu adalah orientasi kepribadian dan cenderung tak bisa diubah. Tak ada yang salah dengan Introvert.

Memang sih, punya temen yang ramah, hangat, mudah diajak hang-out, easy going dan selalu kelihatan rame itu menyenangkan. Namun beberapa orang memang tercetak dengan orientasi kepribadian yang berbeda. Tapi bukan berarti aneh.

Mari memahami dan mencoba berteman dengan mereka.

27/10/10

Pray for Indonesia



Ini tentang Merapi yang beritanya kita lihat di televisi
Tentang Mentawai yang lumat oleh Tsunami
Juga Jakarta dengan macet dan banjir yang kerap datang
Dan jangan lupa Wasior yang diterjang banjir bandang
Belum lagi konflik kekerasan yang marak terjadi


Kita sedang tidak baik-baik saja.


Bencana seperti sedang bergerilya dari kota ke kota di Indonesia. Beruntun. Tak ada habisnya. Belum selesai kesedihan karena bencana yang satu, yang lain muncul meminta air mata lagi.
Dan bencana tak cuma meminta korban dalam bentuk air mata. Harta bahkan nyawa orang-orang tercinta tak luput direnggutnya. Tak bisa diduga, tak terencana. Tuhan sudah menggariskan segala.


Mungkin kehilangan adalah luka menyakitkan yang paling terasa. Bertanya-tanya ini semua salah siapa. Mengira-ngira yang tepat untuk diminta bertanggung jawab. Sedih, marah, terluka, sakit, takut, kecewa, trauma. Bercampur-campur. Entahlah. Saya hanya mengira-ngira apa yang mereka rasakan. Hanya menduga-duga, hari ini mereka. Besok siapa tahu kita?
Mungkin kita hanya menunggu giliran untuk turut merasa apa yang mereka rasa sekarang. 
(eh tapi saya nggak minta-minta ya Tuhaan! *ketok2meja*)
Hari ini kita terpaku melihat segala berita bencana dan korban-korbannya di televisi. Besok mungkin kita yang ditonton.
(sekali lagi, saya nggak minta-minta ya Tuhaan! Kalau bisa jangan, amiinn!)

Tapi saya, kita yang mengamati semua di layar kaca tentu juga menangkap hal lain. Bahwa segala simpati tak putus berlabuh. Bantuan tak reda diberikan. Kita mengamati, di balik kesusahan orang - orang ini ada yang sigap mendampingi dan menunjukkan bahwa mereka para korban sesungguhnya tak akan dibiarkan sendirian.
Ada para relawan yang segera turun tangan.
Wartawan yang siap memberitakan.
Tim medis, aparat, pemerintah, penyumbang dana, bahkan saudara sedaerah yang turun menggalang dana dan bantuan.

Mereka sedang butuh bantuan
Maka mari kita bantu dengan apa yang kita punya. Mungkin dengan uang, makanan, pakaian, obat-obatan. Mungkin dengan tenaga.
Atau dengan doa.

Jika doa hanya satu-satunya yang kita punya dan satu-satunya cara yang kita bisa, maka mari berdoa. Sematkan sebait doa untuk mereka.

Pray for indonesia
Untuk mereka korban bencana

Pray for Indonesia
Untuk mereka yang sedang membantu korban

Pray for Indonesia
Untuk kita semua

Pray for Indonesia
Karena Indonesia sedang tidak baik-baik saja


" Tuhan.... jika doa kami tak cukup pantas untuk menghentikan segala bencana, maka beri kami kekuatan dan kesabaran untuk menjalaninya. Sesungguhnya tiada daya, upaya dan kekuatan kecuali dari pertolonganMu. Apa yang datang dariMu, akan kembali juga padaMu"

Amiin....

08/10/10

Terarium


Ini namanya Terarium. Seni mengotakkan taman ke dalam kaca. Keterbatasan lahan untuk menanam bisa disiasati dengan Terarium ini.
Nnnggg...... berhubung nggak tau cara buatnya, jadi nggak bisa jelasin panjang lebar.
Ntar nanya dulu sama si gendut gimana buatnya terus sekalian minta buatin.
hahahaha

28/09/10

Semacam Perpisahan



Mungkin nanti baru kau akan mengerti, telah lama aku mengemas hati dan bersiap pergi. Bahwa pertemuan pertemuan kemarin adalah sedikit hari yang masih ingin kusisakan. Serupa hujan yang menjelma gerimis sebelum benar-benar berhenti jatuh. Serintik demi serintik kenangan yang jatuh basah menjadi titik titik air di teras kita. Aku hanya menunda sejenak. Mengajak hatiku senyap sesaat hingga bisa kudengar bunyi bunyi yang lama mati. Aku memang telah lama menuli dari hatiku sendiri. Sejak kita sepakat tentang sebuah janji yang sudah kau ingkari.


Lalu kesetiaan hanya debu karatan yang tak laku, tak menarik bagimu. Kemudian aku dipaksa sadar dan mengakui kalau kau punya mimpi sendiri. Mimpi yang tak hendak kau bagi untukku. Hingga luruhlah kerak kerak di telingaku. Berderak satu persatu dan aku mulai berhenti tuli. Ku dengar hatiku berbisik. Nyaris tak terdengar saking tipisnya suara hatiku. Atau saking tulinya aku selama ini. Mengajakku pergi mencari mimpi sendiri. 


Dan sayang.... aku akan pergi. Tak sekarang memang. Masih kusiapkan dulu hiasan untuk makam kita. Sambil menyeduh gerimis untukmu sebelum aku berhenti jatuh. Sesaplah rintik rintik yang menghampiri. 

Mungkin baru nanti kau baru mengerti, bahwa puluhan sajak yg ku simpan adalah nisan kisah kita yang tunai. 


 

Depends on....

D : Don't ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..''

L : But sometimes it can be hurting and make you lose someone else.....


 

"You Lost Me"


I am done, smoking gun. We've lost it all, the love is gone. 
She has won, now it's no fun. We've lost it all, the love is gone. 

And we had magic, and this is tragic. You couldn't keep your hands to yourself.

I feel like our world's been infected and somehow you left me neglected. We've found our lives been changed.

And we tried, oh how we cried. We lost ourselves, the love has died.
And though we tried you can't deny we're left as shells, we lost the fight.
And we had magic and this is tragic. You couldn't keep your hands to yourself.

I feel like our world's been infected and somehow you left me neglected. We've found our lives been changed.

Now I know you're sorry and we were sweet. But you choose lust when you deceived me and you'll regret it, but it's too late.
How can I ever trust you again?  

I feel like our world's been infected and somehow you left me neglected. We've found our lives been changed.




Babe, you lost me............



22/08/10

Tak Mengapa Tak Seksi


Aku suka laki-laki yang sedang merokok. Mereka seksi.

Terus kenapa kalo aku merokok kamu marah-marah?

Aku suka dia. Dia yang sedang merokok.

Iya... terus kenapa aku nggak boleh merokok?

Dia yang merokok sesekali. Saat sedang tak enak hati. Saat sedang terbebani.

Aku kalo stress merokok!

Ia membuang galau di asap tembakau. Ia menghisap asap. Lalu dihembus keluar, berharap masalah ikut berhamburan. Seksi sekali.

Aku nggak seksi ya?

Dia yang merokok sesekali. Menyendiri. Hanya ada rokok dan dirinya sendiri. Dia yang tak menghembus masalah ke lubang hidung orang. Dia yang tak melempar asap ke muka orang.

Aku kan selalu ijin ke kamu kalo mau merokok!

Ia lelaki yang memantik api dalam diam. Menghisap kali pertama dengan mata terpejam. Ia seperti menikmati. Ahh ia seksi sekali.

Dia.... ini siapa sih?

Dia. Yang pergi tiap kali ingin membuang asap. Dia yang tak mau berbagi. Dia hanya mau mencurahkan isi hatinya hanya pada sebatang rokok sialan itu! Apa hebatnya sih sebatang rokok?

Kamu nggak tau sih nikmatnya. Kamu nggak pernah merokok kan? Dia ini siapa?

Dia pergi dengan hati galau. Pergi menemui rokoknya. Saat kembali dia sudah tidak galau lagi. Apa yang dilakukan rokoknya sih? Sungguh misteri. Tapi seksi sekali.

Kamu..... suka dia?

Aku suka dia yang diam-diam pergi merokok. Dia memilih menggenggam rokok ketimbang menggengam tanganku. Aku tak dapat melepaskannya dari genggaman rokok.

Kalau aku?

Dia yang merokok menyendiri. Dia yang tak pernah mau melempar asap ke mukaku. Dia yang tak pernah berbagi padaku. Dia yang selalu misteri jika merokok.

Dia ini pasti bukan aku ya?! Aku kan selalu nggak sopan kalo merokok. Lempar asap ke mana-mana. Iya kan?

Dia lelaki yang merokok. Dia yang pergi untuk merokok. Dia yang pergi karena rokok.

Apa bedanya?

Dia yang selalu meninggalkanku pergi. Setiap galau hati. Padahal ada aku yang mau diajak berbagi. Mengapa rokok yang ia pilih? Dia selalu pergi dariku karena rokok. Dan pada akhirnya rokok membawanya pergi. Dia pergi dalam genggaman rokok

Iya iya aku ngerti. Lain kali aku juga merokoknya diam-diam deh.

Kamu bukan dia.

Tapi dia seksi! Aku nggak seksi kan? Aku juga bisa jadi seksi kalau begitu. Merokoknya diam-diam. Begitu kan yang kamu mau? Kamu nyindir aku kan? Pokonya aku mau jadi seksi buat kamu. Kamu juga harus suka kalau aku merokok! Aku mau merokok!

Sudahlah. Kamu bukan dia. Kamu tak boleh merokok. Kamu tidak seksi. Kamu mau diajak berbagi. Rokok tak boleh merebutmu seperti rokok merebutnya dariku. Aku tak mau melihatmu pada akhirnya pergi karena rokok sepertinya. Tak mengapa tak seksi yang penting aku aman mencintaimu sampai mati. Kau tak boleh pergi karena rokok. Itu tak seksi!
Janji ya jangan merokok  lagi......

****************************************

Yogyakarta 22 Agustus 2010

21/08/10

Spasi


Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankan kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang jika ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

 -Dewi "dee" Lestari-

Perayaan



Apa yang kita rayakan?

3 tahun. Kita telah sampai. Sampai di 3 tahun kita dengan selamat. Meski aku sudah terengah-engah. Meski hati kita sudah tak sama lagi. Cacat di sana sini, luka di kanan kiri. Sebab di pertengahan jalan kita mulai baku hantam. Saling melukai. Saling terkam. Dan agaknya telah tumbuh benci. Aku masih kelelahan untuk melakukan perayaan.

Sudah 3 tahun dan kita masih bertahan. Hati yang semula seringan bulu perlahan terasa membatu. Berat dan aku tak kuat. Belum lagi dendam yang entah bagaimana mulai kugenggam. Rindu lain yang ku tahan-tahan. Lalu kenangan yang memaksa ikut dalam pangkuan. Semua itu kubawa dengan bersusah-payah hingga kita sampai di 3 tahun. Aku sungguh lelah.

3 tahun. Dan kini aku hanya musafir yang kehabisan bekal. Botol harapanku kosong. Kotak kepercayaanku sudah habis tak bersisa. Dan perasaanku padamu..... sudah lama tak kuisi ulang. Aku sudah gersang. Jadi..... sementara kau berpikir bagaimana merayakannya, aku sudah kehabisan akal bagaimana meneruskan perjalanan ini tanpa bekal.

3 tahun. Saat aku mulai kesulitan bernafas. Sementara kau memilih sibuk menyiapkan hadiah untuk kita. Sungguh aku mulai bertanya-tanya apakah kau memiliki insang atau alat bantu nafas buatan? Hingga begitu mudah saja kulihat kau menyiapkan hadiah dan perayaan sekali jalan. Rasanya aku tak punya hadiah. Aku terlalu lelah.

3 tahun. Semakin hari kau semakin yakin bahwa kita sudah dekat dengan tujuan. Finish impian kita. Padahal seiring perjalanan, masa depan bagiku mulai mengabut. Seperti cahaya  yang kulihat di kejauhan. Tak bisa kutangkap. Hanya kupandang dengan mata yang semakin kabur. Aku hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum titik-titik cahaya menjadi gulita.
Sudah kubilang kan.... botol harapanku kosong. Jadi bagiku masa depan sudah tak ada harapan.

3 tahun. Berkali-kali aku ingin kita tamat lebih cepat. Namun lagi-lagi kau memaksaku bertahan dan yakin aku akan kuat. Aku tak tahu kau benar atau dusta. Kotak kepercayaanku habis tak ada sisa. Aku tetap bergerak mematuhimu hanya karena masih kuingat alasan yang sama saat kau menawarkan hatimu  padahal aku tak suka.


Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, tapi layak diberi kesempatan.

Ya.... kesempatan. Kesempatan yang aku yakin akan mengisi kembali botol harapanku. Kesempatan yang akan memenuhi lagi kotak kepercayaanku. Kesempatan akan membuat perasaanku utuh lagi.
Meski aku tak janji bahwa kesempatan membuat hatiku akan kembali seringan bulu, genggamanku akan melepaskan dendam,  rindu tak lagi ku tahan dan kenangan akan dengan suka rela kubuang. Aku sunguh tak yakin kesempatan bisa sekuat itu.

Kesempatan tak membuat jalan kita lebih mudah. Kesempatan hanya mengisi  apa yang harus di penuhinya. Perjalanan mungkin masih akan tetap gersang. Tapi kita akan melaluinya dengan hati yang tak lagi usang.

Nah kuisi penuh-penuh semua bekalku. Kau mau juga sayang? Kemarikan hatimu.... akan kubekali lebih banyak dari milikku. Inilah hadiah perayaan 3 tahun dariku.


Happy anniversary...... =))



Ps :  Tak usah berlebihan memberiku kembang mawar setaman. Itu tak tahan jaman. Beri cincin berlian saja sayang. =D